RadarURL Aplikasi Sumpah Pemuda dalam Gerakan Mahasiswa ~ BEM REMA UPI KAMPUS TASIKMALAYA

Sabtu, 06 Oktober 2012

Aplikasi Sumpah Pemuda dalam Gerakan Mahasiswa


Tanggal 28 Oktober 1928, bangsa Indonesia dilahirkan. Berkat perjuangan para pemuda pada masa itu, bangsa ini dapat mendeklarasikan Sumpah Pemuda yang berisi
pernyataan bahwa harkat dan martabat orang Indonesia tidak bisa lagi ditindas. Tekad yang keras tersebut membawa Indonesia menuju kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres.
Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.

Sebuah pertanyaan besar muncul, apakah Sumpah Pemuda masih berlaku hingga kini setelah 82 tahun berlalu? Apakah para pemuda Indonesia dewasa ini menyadari arti
pentingnya Sumpah Pemuda yang telah diperjuangkan dengan gigih oleh para pendahulu bangsa ini?

Peran kita sebagai seorang mahasiswa adalah dengan memperteguh penanaman nilai-nilai pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa demikian? Karena saat ini kita merasakan bahwa masyarakat Indonesia dewasa ini sudah mulai meninggalkan dan bahkan melupakan nilai-nilai pancasila, yang notabene menjadi ideologi dan jati diri bangsa Indonesia. Maka dari itu, rasa cinta tanah air dan rasa nasionalisme perlu ditingkatkan guna menanamkan rasa simpati dan empati terhadap masalah yang dialami oleh bangsa kita. Agar bangsa kita ini bisa tetap bersatu dan kuat supaya tidak terpecah belah.

Kita sebagai mahasiswa harus paham arti penting dari sumpah pemuda. Jangan kita anggap itu hanya sebagai semboyan saja, tetapi itu mempunyai makna yang sangat penting. Dari momen sumpah pemuda itu, harusnya kita sebagai pemuda Indonesia dapat membangkitkan semangat yang membara dalam diri kita untuk terus berjuang dan berkorban demi bangsa tercinta.

Pemuda adalah harapan bangsa, dan mahasiswa adalah sebagai titik tolak perwujudan harapan tersebut. Kita harus sadar posisi kita sebagai mahasiswa, yaitu pemuda intelektual yang terpelajar. Tentu tugas kita akan lebih berat dengan julukan ini. Jika kita hanya berdiam diri saja, hanya mementingkan diri sendiri saja, maka apalah artinya kita dijuluki sebagai mahasiswa.

Dengan adanya hari sumpah pemuda ini, diharapkan para mahasiswa lebih memposisikan dirinya lagi sebagai pemuda Indonesia yang benar-benar berbakti kepada bangsa dan negara. Itu bisa kita lakukan dari hal yang terkecil, misalnya kita mulai dari lingkungan kampus. Jadikan lingkungan kampus menjadi aktif dan kondusif, dengan semangat berorganisasi dan komitmen untuk merubah citra menjadi lebih baik.

Banyak sekali hal yang bisa kita lakukan untuk mengabdi pada negara, jangan berfikir untuk menjadi pejabat dulu baru bisa berjuang, itu salah. Mulailah dari yang terkecil, mulailah dari diri kita sendiri.

 6 Oktober 2012, 

Endri Gunardi

0 komentar:

Poskan Komentar